Ini Cara Mengontrol Debu Pada Saat Renovasi Rumah


Kita memang akan menghadapi debu dimana-mana yang berasal dari luar rumah. Namun, pada saat Anda melakukan renovasi rumah, jumlah debu sangatlah melimpah dan bisa memiliki potensi membahayakan bagi Anda dan keluarga. Semua perabotan yang dekat dengan dinding yang akan disingkirkan sementara dan juga genteng yang akan dilepas akan menimbulkan masalah. Banyaknya limbah seperti debu, kotoran hewan, sarang laba-laba dan lain-lain akan Anda temukan jika kegiatan tersebut dilakukan. Akibatnya, akan menimbulkan kemungkinan terburuk yang mana semua kotoran dan polusi tersebut akan Anda hirup dan masuk ke dalam paru-paru Anda sehingga akan mengganggu kesehatan. Oleh karena itu, mungkin Anda berencana relokasi sementara saat pembangunan. Atau, Anda juga bisa berbicara kepada kontraktor tentang masalah ini sehingga didapatkan solusi bagaimana cara menampung atau meminimalisir partikel konstruksi agar tidak sampai kepada Anda dan keluarga. Berikut ini cara yang bisa Anda lakukan untuk masalah pengontrolan debu saat renovasi.

1. Menggunakan alat penyedot debu
Dalam merenovasi rumah, pengontrolan debu dapat Anda lakukan dengan cara menggunakan alat listrik khusus untuk menyaring debu. Alat yang dimaksud bukanlah vacum cleaner, melainkan alat yang dipasang khusus pada titik dimana debu dihasilkan, misalnya pada saat tukang memotong gergaji. Dengan alat ini, titik tertentu dimana debu akan banyak dihasilkan akan dihisap sebanyak 90 persen. Namun, alat ini dibanderol dengan harga yang sangat mahal. Selain itu, banyak yang belum menjual atau banyak kontraktor yang belum memilikinya. Jika pun kontraktor menyediakan, biaya penawaran renovasi akan lebih tinggi. Anda mungkin ingin mempertimbangkan biaya tambahan tersebut apakah sesuai dengan budget atau apakah bermanfaat dan sangat diperlukan untuk keluarga Anda. Anda yang menentukan. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meminimalisir debu, Anda bisa meminta tukang bangunan untuk melakukan penggergajian di luar rumah.

2. Memasang pembatas ruangan sementara

Cara kedua ini adalah cara yang paling umum dilakukan saat proses renovasi atau pembangunan rumah. Namun sebelumnya, agar tidak menimbulkan masalah, sebaiknya Anda dan tukang bangunan berdiskusi terlebih dahulu bagaimana cara mengeluarkan perabotan yang penuh dengan debu. Apakah barang-barang tersebut bisa dipindahkan lewat jendela atau lewat garasi saja agar polusi tidak masuk ke dalam area aman.

Dengan memasang terpal atau plastik dengan ukuran super besar sehingga bisa menutup atau memisahkan area penghasil debu dengan area dimana Anda berada, kemungkinan debu untuk masuk akan berkurang. Untuk memaksimalkan, pilihlah pembatas yang memiliki resleting karena akan percuma jika terdapat sedikit jalan untuk debu masuk. Kekurangan dari pembatas ini adalah, tentu saja, debu akan tetap masuk jika pembatas tersebut ditutup dan dibuka berkali-kali pada saat pengerjaan. Buatlaah perjanjian dengan tukang bangunan untuk tidak memasuki wilayah yang sudah dibatasi. Tukang bangunan akan tetap pada area dimana renovasi dikerjakan, Anda dan keluarga tetap berada di area yang aman dari debu dan kotoran. Jika memang terpaksa harus dibuka dan ditutup berkali-kali, nyalakan kipas di depan pembatas pada saat membukanya agar debu kembali lagi ke area pengerjaan Di dekat pembatas ruangan, seperti terpal, plastik, maupun pintu, sebaiknya diletakkan keset penyerap debu agar lebih maksimal lagi. Jangan lupa jugaa untuk memblokir jalan masuk udara lewat ventilasi di area renovasi sedang berjalan. Sebagai cara tambahan, Anda bisa meminta tolong pada tukang bangunan untuk melakukan pembersihan yang memadai pada setiap akhir pekerjaan.
Share:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

IBX5A562818BE3CD

Arsip Blog

Label

Recent Posts

Label Cloud